Home > Tentang STNK/Pajak

Tentang STNK/Pajak

 

STNK (SURAT TANDA NOMOR KENDARAAN BERMOTOR)
 
FUNGSI STNK
 
1. Sebagai sarana perlindungan masyarakat
2. Sebagai sarana pelayanan masayarakat
3. Sebagai sarana deteksi guna menentukan langkah selanjutnya

KENDARAAN BERMOTOR

Kendaraan bermotor  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Saat ini kepemilikan kendaraan pribadi seperti mobil atau pun sepeda motor sudah sangat luas di masyarakat. Kebutuhan akan kendaraan pribadi ini selain karena kepraktisan, juga menunjang mobilitas dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Untuk mengendarai kendaraan di jalan, pengendara diwajibkan membawa STNK dan SIM, tentunya dengan mematuhi peraturan lalu lintas yang ada.

Walaupun kepemilikan kendaraan pribadi sudah meluas, masih banyak orang yang belum mengenal ataupun mengerti istilah-istilah pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Divisi Humas Mabes Polri pada sosialisasinya di laman Facebook menjelaskan istilah-istilah yang terdapat di STNK kendaraan.

STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) adalah bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai kelengkapan kendaraan bermotor ketika bergerak dijalan, berisikan identitas pemilik, identitas kendaraan bermotor, nomor registrasi dan masa berlaku termasuk pengesahannya.

BBN KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) : Besarnya 10 persen dari harga motor (off the road)/harga faktur untuk motor baru, dan motor bekas(second) sebesar 2/3 pajak (PKB) nya.

PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) : Besarnya 1,5% dari nilai jual motor dan bersifat menurun tiap tahun, karena penyusutan nilai jual motor.

SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) : Sumbangan ini dikelola oleh Jasa Raharja.

Gambar kolom pajak kendaraan bermotor

 

 

Dasar Hukum STNK

Adapun mengenai dasar hukum STNK di atur dalam UU No. 22 tahun 2009 Tentang LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN
Pasal 68
1. Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan  Bermotor  (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).
2. Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat data Kendaraan Bermotor, identitas pemilik, nomor registrasi Kendaraan Bermotor, dan masa berlaku.
3. Tanda Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat kode wilayah, nomor registrasi, dan masa berlaku
Pasal 70
1. Buku Pemilik Kendaraan Bermotor berlaku selama kepemilikannya tidak dipindahtangankan.
2. Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor berlaku selama 5 (lima) tahun, yang harus dimintakan pengesahan setiap tahun.
3. Sebelum berakhirnya jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor wajib diajukan permohonan perpanjangan.

 

 Biro jasa stnk CV.KEMIT JAYA

Title website anda